KJRI Johor Bahru Pulangkan 307 WNI dari Malaysia Lewat Batam

Ilustrasi kantor KJRI Johor Bahru di Jalan Taat 46, Johor Bahru, Malaysia. F KJRI JB (SEAJori)

Johor Bahru, SEAJori – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru bekerjasama dengan Kantor Imigrasi Malaysia (JIM) memulangkan 307 warga Indonesia dari Malaysia via Batam, Selasa (18/8/2026).

“Pemulangan ini menjadi salah satu repatriasi terbesar dalam satu hari,” ujar Pelaksana Fungsi Konsuler KJRI Johor Bahru, Jati H. Winarto, pagi ini.

Read More

Jati menyebutkan, dari 307 itu,  300 orang merupakan tahanan imigrasi yang dipulangkan melalui Program M JIM Putrajaya. Tujuh lainnya empat nelayan asal Kepulauan Anambas, dua pekerja migran Indonesia (PMI) dalam kondisi rentan, serta seorang anak laki-laki berusia 10 tahun.

“Seluruh WNI dipulangkan dalam tiga gelombang melalui Pelabuhan Stulang Laut dan Terminal Feri Pasir Gudang menuju Pelabuhan Internasional Batam Center,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, gelombang pertama membawa tujuh WNI menggunakan kapal feri Citra Legacy 5 dari Stulang Laut pada pukul 06.30 WIB.

Dua gelombang berikutnya, sebanyak 150 WNI yang terdiri atas 130 laki-laki dan 20 perempuan, diberangkatkan dari Pasir Gudang pada pukul 09.30 WIB menggunakan feri MDM Express 2.

Kapal yang sama kemudian membawa 150 WNI lainnya pada pukul 14.30 waktu setempat, terdiri atas 98 laki-laki dan 52 perempuan.

Secara keseluruhan, rombongan tersebut terdiri atas 234 laki-laki dewasa, 72 perempuan, dan seorang anak laki-laki berusia 10 tahun.

Sebelum pemulangan, KJRI Johor Bahru membantu penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP), penyelesaian administrasi, hingga pembayaran denda keimigrasian bagi WNI yang membutuhkannya. Satuan Tugas Perwakilan Pelindungan Terpadu (Satgas PPT) KJRI Johor Bahru juga mendampingi proses keberangkatan.

Lantas apa itu Program M? Merupakan skema Pemerintah Malaysia untuk memulangkan tahanan WNI dari Depot Tahanan Imigresen (DTI) di Semenanjung negara itu. Seluruh biaya perjalanan dalam program tersebut ditanggung mereka.

Program ini telah berjalan sejak Desember 2024 dengan rute laut Pasir Gudang–Batam. Salah satu tujuannya mengurangi kepadatan tahanan di sejumlah depot imigrasi di Semenanjung Malaysia.

Hingga pemulangan hari ini, sebanyak 3.558 WNI telah kembali ke Indonesia melalui Program M. Sementara sepanjang 2026 hingga akhir Juli, KJRI Johor Bahru telah memfasilitasi repatriasi dan deportasi sebanyak 3.920 WNI dari wilayah kerjanya.

“Pemulangan WNI tidak semestinya berhenti pada proses mengantar mereka kembali ke Tanah Air. Pengalaman bekerja atau berada di luar negeri tanpa mengikuti prosedur resmi harus menjadi pelajaran,” tegas Jati.

Ia pun mengingatkan masyarakat yang hendak bekerja kembali ke luar negeri agar terlebih dahulu mendapatkan informasi dari lembaga resmi, seperti Dinas Tenaga Kerja kabupaten atau kota, BP3MI tingkat provinsi, maupun Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Berdasarkan daerah asal, lima provinsi dengan jumlah WNI terbanyak dalam pemulangan pagi ini adalah Jawa Timur, Aceh, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Barat. (*)

Related posts