Penembakan Massal di Krakow Polandia, Sembilan Orang Tewas dan 15 Terluka

Polisi Kota Krakow melakukan olah TKP di kawasan Main Street, Krakow setelah penembakan massal yang menewaskan 9 orang, Sabtu (7/11/2026). F Reuters via The Jerusalem Post

Polandia, SEAJori – Penembakan massal oleh seorang pria menggunakan senjata api terjadi di dua lokasi di Kota Krakow, Polandia, Sabtu (7/11/2026). Sedikitnya sembilan orang tewas dan 15 lainnya mengalami luka-luka.

Enam korban tewas dalam penembakan di sekitar Main Market Square, pusat kota Krakow yang menjadi salah satu destinasi wisata populer di Polandia. Sementara tiga korban lainnya, yang diduga anggota keluarga pelaku ditemukan meninggal dunia di rumah terduga pelaku.

Kepolisian Krakow menyebutkan, enam korban yang tewas di lokasi penembakan terdiri dari empat perempuan dan dua laki-laki. Salah satu korban diketahui merupakan warga negara Inggris. Sementara itu, dari 15 orang yang terluka, dua di antaranya merupakan anggota polisi.

Menteri Dalam Negeri Polandia, Marcin Kierwinski, mengatakan terduga pelaku diduga memiliki keterkaitan dengan ideologi ekstrem kanan (far-right). Namun, motif dan latar belakang serangan tersebut masih dalam penyelidikan aparat.

“Semua indikasi mengarah pada fakta bahwa pelaku dipengaruhi ideologi ekstrem kanan. Hal ini juga akan menjadi bagian dari penyelidikan,” ujar Kierwinski dalam konferensi pers, seperti dilansir dari Reuters, Minggu (8/11/2026).

Berdasarkan keterangan kepolisian, terduga pelaku merupakan warga negara Polandia berusia 24 tahun. Ia diduga melepaskan tembakan secara acak dari dalam mobil ke arah warga yang berada di kawasan Main Market Square sekitar pukul 15.00 waktu setempat.

Pelaku menggunakan senapan jenis AR-15 dan mengenakan pakaian bergaya militer. Polisi juga menemukan sejumlah senjata dan amunisi tambahan di dalam kendaraan yang digunakan pelaku.

Petugas kemudian menembak dan melumpuhkan pelaku sebelum menangkapnya dan membawanya ke rumah sakit. Pelaku diketahui memiliki izin kepemilikan senjata api.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Polandia menyebutkan, lima warga negara asing termasuk di antara korban luka, menjalani perawatan di rumah sakit. Mereka berasal dari Austria, Jerman, Portugal, Rusia, dan Inggris.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Portugal juga mengonfirmasi seorang perempuan warga negaranya mengalami luka dalam serangan tersebut.

Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengapresiasi tindakan aparat kepolisian yang berhasil menghentikan serangan.

Ia mengatakan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap seluruh fakta di balik insiden tersebut. “Kami meminta para politisi tidak memanfaatkan tragedi ini untuk kepentingan politik,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Polandia Karol Nawrocki menyampaikan duka cita kepada para korban dan keluarga mereka.

Pemerintah Polandia menetapkan masa berkabung nasional mulai Minggu, 8-9 November 2026.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas turut menyampaikan belasungkawa atas tragedi penembakan ini. (*)

Related posts