Batam, SEAJori – Tim Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengusut peristiwa pemadaman listrik (blackout) lebih dari 18 jam dengan turun langsung ke Batam.
“Benar. Kita turun langsung untuk membuka fakta yang sebenarnya terkait peristiwa blackout di Batam,” ujar Kabareskrim Polri, Komjen Pol Asep Safrudin, Jumat (16/10/2026) pagi.
Asep mengungkapkan, pihaknya menurunkan sejumlah tim investigasi untuk penyelidikan yang dimulai dengan mendatangi sejumlah lokasi gardu listrik milik PLN. Termasuk gardu Sei Harapan di Sekupang, yang kini menjadi perhatian karena diduga menjadi gardu penyebab blackout terjadi.
Dia juga mengatakan, langkah ini dilakukan mengingat pemadaman berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat.
Tak hanya itu, tim Bareskrim juga melakukan pemeriksaan bersama tim forensik Mabes Polri untuk mendalami peristiwa yang menyebabkan aliran listrik padam 18 jam di seluruh wilayah Batam, Bintan, dan juga Tanjungpinang “Penyelidikan masih berlangsung,” ungkapnya.
Selama penyelidikan berjalan, Asep mengimbau masyarakat memberikan kepercayaan kepada kepolisian untuk mengungkap penyebab kejadian berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan di lapangan.
Ia juga mengingatkan agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan maupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Kami minta masyarakat tetap tenang. Jangan berspekulasi dan membuat informasi yang menyesatkan. Tunggu informasi resmi dari pihak yang berwenang,” pungkasnya. (*)






