Jakarta, SEAJori – Badan Urusan Narkotik dan Penegakan Hukum Departemen Luar Negeri AS (INL) Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) memfasilitasi 120 alumni International Law Enforcement Academy Bangkok (ILEA) 2026 dalam merayaan kemitraan penegakan hukum jangka panjang di Indonesia.
Merayakan tiga dekade kerjasama penegakan hukum, pertemuan ini juga membahas tentang perang terhadap kejahatan terorganisir lintas negara, perdagangan narkotika, dan kejahatan siber.
“Para pelaku kejahatan tidak mengenal batas negara. Karenanya, kerja sama kita harus lebih kuat daripada jaringan yang kita hadapi,” ujar Kuasa Usaha ad interim Kedutaan Besar AS di Jakarta, Joy Sakurai lewat siaran persya kemarin.
Dubes AS untuk Indonesia ini juga mengatakan, menghentikan jaringan kriminal di satu negara, maka itu sudah turut membantu melindungi keluarga, baik di Indonesia dan AS.
“Amerika Serikat bangga dapat bekerja bersama dengan Anda. Itulah hasil dari kemitraan yang kuat. Dimana masyarakat lebih aman, institusi lebih kuat, dan keamanan yang lebih baik di seluruh kawasan Indo-Pasifik,” ungkap Sakurai.
Acara ini mempertemukan para alumni dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI), Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kejaksaan Agung, Direktorat Jenderal Imigrasi, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan berbagai institusi lainnya. Peserta dari pemerintah AS antara lain perwakilan dari Departemen Kehakiman (DOJ), Federal Bureau of Investigation (FBI), Drug Enforcement Administration (DEA), Internal Revenue Service (IRS), dan Homeland Security Investigations (HSI).
Sementara itu, Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara, R. Narendra Jatna, sebagai alumni ILEA, menekankan pelatihan ILEA telah membantu para jaksa Indonesia memperoleh pengetahuan praktis dan membangun hubungan yang berharga dengan rekan sejawat dari AS dan seluruh kawasan Indo-Pasifik.
“Hubungan ini memperkuat komunikasi antarlembaga ketika persoalan hukum dan penegakan hukum melampaui batas negara. Kerja sama yang efektif bermula dari kepercayaan, dan kepercayaan dibangun melalui interaksi profesional yang berkelanjutan,” ujarnya,” ungkap Narendra Jatna.
Didirikan pada 1998 sebagai upaya bersama AS dan Thailand, ILEA Bangkok telah melatih lebih dari 20.000 profesional penegak hukum dari negara-negara peserta, termasuk sekitar 2.900 orang dari Indonesia. Kegiatan ini mencakup sesi berbagi informasi yang memberikan kesempatan bagi para profesional penegak hukum Indonesia dan mitra pemerintah AS untuk bertukar keahlian, pembelajaran, dan praktik-praktik yang efektif.
Dengan memperkuat kapasitas penegakan hukum dan jejaring profesional yang tepercaya, kemitraan melalui ILEA membantu Amerika Serikat dan Indonesia memerangi ancaman bersama, meminta pertanggungjawaban para pelaku kejahatan, serta menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat dua negara. (*)





