Amerika Serikat Undang 18 Delegasi Indonesia Terkait Modernisasi Pelabuhan dan Keamanan Maritim

ILUSTRASI Pelabuhan Harbour Bay di Batam, Kepulauan Riau, Indonesia. F-Nur (SEAJori)
ILUSTRASI Pelabuhan Harbour Bay di Batam, Kepulauan Riau, Indonesia. F-Nur (SEAJori)

Virginia, SEAJori – Amerika Serikat AS) melalui Badan Perdagangan dan Pembangunan Amerika Serikat (USTDA) membangun kemitraan dengan Pemerintah Republik Indonesia (RI), guna mendukung modernisasi sektor pelabuhan, serta membantu memperkuat rantai pasok yang krusial dan meningkatkan keamanan maritim Indonesia. Hal ini ditandai dengan dikirimnya 18 delegasi dari Indonesia, yakni para pemimpin sektor pelabuhan dan maritim.

Para delegasi asal Indonesia ini akan berada di AS hingga 18 Agustus 2026 mandatang. Sebagian besar dari mereka adalah para pengambil keputusan dari sektor pemerintah dan industri. ” Selama di sini, mereka akan mengunjungi beberapa negara bagan dan kota di AS, seperti Washington, DC, Houston, Texas, dan Los Angeles, California,” ujar Juru Bicara USTDA lewat siaram pers, Selasa (4/8/2026).

Read More

Dalam kunjungan itu, para delegasi akan mengunjungi perusahaan-perusahaan dan menyaksikan demonstrasi teknologi mutakhir AS yang mampu memodernisasi infrastruktur pelabuhan, mendigitalisasi rantai pasok, meningkatkan logistik maritim, serta mengintegrasikan pelabuhan dengan kawasan industri.

“Mereka juga akan kunjungan lapangan, dengan meninjau Pelabuhan Baltimore, Houston, dan Los Angeles untuk melihat penerapan teknologi AS secara langsung serta bertemu dengan para pejabat dan organisasi pengelola pelabuhan,” ujar USTDA.

Lebih lanjut, kunjungan ini juga akan menjadi ajang komunikasi langsung berbagai perusahaan kepelabuhanan di AS dengan para delegasi, guna memperoleh informasi langsung dari delegasi mengenai peluang komersial di masa mendatang serta berinteraksi secara langsung dengan para delegasi untuk memamerkan teknologi, layanan, dan solusi modernisasi pelabuhan mereka.

Seiring dengan meningkatnya volume perdagangan yang memberikan tekanan pada infrastruktur pelabuhan, Indonesia berupaya mencari teknologi modernisasi pelabuhan guna meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat ketahanan rantai pasok, mentransformasi sektor ini menjadi pusat maritim yang terintegrasi secara global, efisien, dan modern.

“Saat para pemimpin Indonesia merencanakan investasi jangka pendek dan jangka panjang di sektor ini, sektor swasta AS berada pada posisi yang tepat untuk menyediakan solusi bagi otomatisasi dan digitalisasi, termasuk solusi keamanan siber bagi negara itu,” ungkap mereka. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *