Kuala Lumpur, SEAJori – Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad berduka. Istrinya, Siti Hasmah Mohd Ali berpulang dalam usia 100 tahun, Senin (28/9/2026).
Kabar ini perdana diketahui dari postingan Instagram PM Malaysia, Anwar Ibrahim yang menginstruksikan Sekretaris Negata dan Panglima Militer Malaysia membantu persiapan pemakaman dengan upacara kenegaraan.
“Sosok yang lembut tutur katanya, tetapi teguh dan kuat jiwanya, serta selalu menyayangi orang di sekelilingnya dengan kasih seorang ibu. Hari ini, negara kehilangan sosok yang dekat di hati rakyat,” ujar Anwar dalam akunnya @anwaribrahim_my.
Siti Hasmah, merupakan ibu negara Malaysia di zaman Mahathir berkuasa. Ia menjadi sosok yang berkontribusi membangun kesehatan Malaysia.
Melansir The Star, semasa hidup, Siti Hasmah menempuh pendidikan kedokteran di King Edward VII College of Medicine, Singapura. Di kampus tersebutlah ia bertemu dengan Mahathir fan menikah 1956 silam.
Perjalanan karirnya dimulai sebagai dokter di pusat kesehatan Negeri Kedah, kampung halaman Mahathir.
Dia aktif mengkampanyekan isu sosial dan kesehatan, khususnya kesehatan ibu, keluarga berencana, pemberantasan narkoba, kesehatan mental, hingga meningkatkan literasi di Malaysia selama Mahathir menjadi PM dari periode 1981-2003 dan periode 2018-2020.
Salah satu pencapaiannya adalah turunnya angka kematian bayi di Malaysia, khususnya di kawasan Kedah.
Bersama Mahathir, Siti Hasmah menjalani pernikahan selama 70 tahun dan dikaruniai tujuh anak. Salah satunya aktivis dan penulis Marina Mahathir serta mantan Menteri Besar Kedah Mukhriz Mahathir.
Di 2016 lalu, ia juga pernah menerbitkan memoar berjudul My Name is Hasmah. Di buku itu, ia sangat mengagumi suaminya, Mahathir. “Ia pahlawanku,” ujarnya.
Sementara itu, Mahathir Mohamad, menggunakan selang tampak terduduk lesu di kursi di sebelah jenazah istrinya. Ia tak kuasa menahan tangis dari mulai rumah duka hingga saat pemakaman sang istri di Pemakaman Muslim Presint 20, Putrajaya, Selasa (29/9/2026) kemarin. (*)


