Bahtera Nabi Nuh Ditemukan, Struktur Gundukan Berbentuk Perahu di Dekat Gunung Ararat 100 Persen Buatan Manusia

Gundukan yang diyakini bahtera Nabi Nuh di situs Durupinar Turki terkonfirmasi buatan manusia oleh tim peneliti Andrew Jones. F Daily Mail

Batam, SEAJori – Tim peneliti yang dipimpin Andrew Jones dari Noah’s Ark Scans, yang menyelidiki gundukan berbentuk perahu di dekat Gunung Ararat, Turki, memperlihatkan bukti baru. Dimana, lokasi struktur bahtera tersebut terkonfirmasi buatan manusia pada zaman kuno.

“Kami memastikan dan mengonfirmasi 100 persen bahwa struktur tersebut merupakan buatan manusia. Bukan fitur geologis alami dari pegunungan di sekitarnya,” ujar Andrew Jones saat wawancara dengan Daily Mail, Selasa (22/9/2026) lalu, terkait temuan terbaru mereka setelah 40 tahun meneliti di Situs Durupinar tersebut.

Para peneliti ini juga menyimpulkan, situs tersebut tidak tersusun dari batuan dasar padat atau batu kapur. “Hal ini menghancurkan teori bahwa situs tersebut merupakan bongkahan batu kapur padat yang berbentuk seperti perahu akibat gletser dan pelapukan setelah material itu meluncur dari lereng gunung. Hal ini juga membantah teori bahwa struktur tersebut adalah batuan dasar yang kemudian dikelilingi aliran lumpur hingga membentuk wujud seperti sekarang,” ungkap Jones.

Menurut tafsiran Alkitab, dalam nats Kejadian, Bahtera Nuh dibangun sekitar 4.300 tahun lalu, ketika manusia jatuh ke dalam dosa. Tuhan menghukum bumi, tapi memerintahkan Nuh membuat kapal tiga tingkat untuk melindungi manusia dan berbagai spesies hewan dari banjir dahsyat.

Kitab ini terkonfirmasi. Tim peneliti mengatakan hasil pemindaian mereka menunjukkan bahwa lapisan bagian bawah formasi tersebut juga terbagi menjadi tiga bagian, dengan banyak ruang, lorong, dan terowongan.

Jones, yang memiliki latar belakang di bidang pengembangan perangkat lunak, telah mempelajari situs tersebut sejak kunjungan pertamanya 1997 lalu. Ia mengonfirmasi bahwa tim telah menemukan material organik yang kini sedang diuji untuk mencari jejak kayu yang telah membusuk.

Lewat siaran pers yang dilansir dari Daily Mail, Rabu (23/9/2026) waktu setempat, Jones membagikan sebuah momen ketika pengeboran inti dilakukan di lokasi tersebut. Mata bor telah menembus material di atasnya ketika tiba-tiba mengenai lapisan yang jauh lebih keras dari perkiraan hingga mata bornya pecah.

“Kemungkinan itu kayu yang telah membatu atau kayu yang mengalami mineralisasi berat. Ini dua kemungkinan yang diharapkan dapat segera terkonfirmasi melalui pengujian laboratorium independen,” ungkapnya.

Penyelidikan sebelumnya mengungkapkan, situs berbentuk perahu tersebut terbentuk secara alami. Namun, sampel terbaru yang diperoleh tim Jones masih menjalani pengujian untuk menentukan apa yang sebenarnya terdapat di bawah formasi tersebut.

Jones tidak menyembunyikan keyakinannya mengenai apa yang telah ditemukan oleh timnya. “Saya percaya ini adalah Bahtera Nuh,”katanya dengan yakin.

“tulah sebabnya saya melakukan pengujian terhadap situs Durupınar dengan metode yang paling ketat yang memungkinkan,” tutupnya.

Meski ia dengan yakin mengonfirmasi bahwa temuan ini merupakan bahtera Nabi Nuh, namun bersama timnya, ia mengungkapkan masih akan melakukan beragam penelitian lanjutan terhadap situs tersebut. (*)

Related posts