Mengenang Dolly Parton, Legenda Musik AS yang Menginspirasi Dunia Lewat Sisi Humanis

Nashville, SEAJori – Dunia hiburan Amerika Serikat (AS) berduka. Sang kupu-kupu indah, Dolly Parton yang sukses menginspirasi dunia lewat suara dan sisi humanisnya yang tinggi berpulang. Sang legenda musik country itu meninggal dunia pada usia 80 tahun di Nashville, Tennessee, Selasa (25/8/2026) atau Rabu (26/8/2026) waktu Indonesia.

Kabar duka itu disampaikan keluarga melalui pernyataan bahwa Parton meninggal “dengan damai”. “Upacara pemakaman dan ibadah penghormatan akan digelar secara sederhana dan tertutup, khusus untuk keluarga terdekat saja,” ujar juru bicara keluarga seperti dilansir dari CNN, Kamis (27/8/2026).

Read More

Publisis Parton, Marcel Pariseau, mengungkapkan, sang legenda bernama lengkap Dolly Rebecca Parton Dean itu meninggal dunia karena penyakit kanker yang diderita selama dua tahun terakhir.

“Parton dengan berani menghadapi perjuangan singkat melawan kanker,” ujar Pariseau.

Parton memang sempat terbuka mengenai kondisi kesehatannya setelah suaminya, Carl Dean, meninggal dunia Maret 2025 lalu.

“Ketika Carl, sakit keras dan berlangsung cukup lama dan kemudian ketika dia meninggal, saya tidak menjaga diri saya sendiri,” ujar Parton dalam sebuah video kepada penggemarnya awal tahun ini. Ia mengakui banyak hal terkait kesehatan yang kemudian tidak sempat ia perhatikan usai kepergian suami yang ia bersamai lebih dari 60 tahun itu.

Dari Kabin Sederhana, Gitar, hingga Puncak Musik Amerika

Kisah hidup Dolly Parton menjadi salah satu perjalanan paling inspiratif dalam sejarah musik AS. Lahir 19 Januari 1946 di sebuah kabin sederhana di Tennessee, Parton tumbuh sebagai anak keempat dari 12 bersaudara dalam keluarga prasejahtera.

Parton menyebutkan, ayahnya bahkan tidak bisa membaca. Namun, keluarga Parton memiliki kekayaan lain. Musik. Ya, ibunya memiliki pengaruh besar terhadap kecintaan Parton pada musik, sementara kakeknya merupakan seorang pendeta yang memainkan piano dan gitar.

Seorang paman memberikan gitar pertama kepada Parton ketika ia berusia tujuh tahun. Gitar itu menjadi cikal bakal ia menyanyi dan menulis lagu. Lebih dari 3.000 lagu ia tulis sepanjang karirnya.

Setelah lulus sekolah menengah, Parton pindah ke Nashville untuk mengejar impian bermusik. Di kota tersebut pula ia bertemu Carl Thomas Dean di luar sebuah tempat binatu. Pertemuan itu kemudian menjadi awal kisah cinta yang bertahan selama 60 tahun.

Parton mendapatkan kontrak rekaman pertamanya bersama Monument Records pada 1965. Setahun kemudian, ia menikah dengan Dean.

Selama lebih dari lima dekade berkarier, Dolly Parton tidak hanya menjadi penyanyi, tetapi juga salah satu penulis lagu paling produktif dan berpengaruh di AS bahkan dunia.

Ia menulis lebih dari 3.000 lagu, termasuk sejumlah karya yang kemudian menjadi bagian penting dari budaya populer Negeri Paman Sam itu.

“Coat of Many Colors” menjadi salah satu lagu yang sangat personal baginya karena terinspirasi dari ibunya. Sementara “Jolene” dan “I Will Always Love You” menunjukkan kemampuannya mengolah kisah cinta, kecemburuan, kehilangan, dan patah hati menjadi lagu yang mampu bertahan lintas generasi bahkan masih bisa dinikmati penggemar hingga kini.

Dalam seni peran, bahkan “9 to 5” menjadi musik pengantar dan judul film yang juga dibintanginya. Film ini meledak di pasaran dan bahkan berkembang menjadi lagu perjuangan yang identik dengan perempuan dan pekerja di AS.

“I Will Always Love You” memiliki kisah tersendiri. Lagu tersebut awalnya ditulis Parton ketika ingin meninggalkan acara televisi yang dibawakannya bersama Porter Wagoner demi memulai karier solo.

Ketika Wagoner tidak menghiraukan keinginannya, Parton pulang dan menulis lagu tersebut. Keesokan harinya ia kembali dan menyanyikannya untuk Wagoner. “Saya menyanyikannya, dan dia menangis,” kenang Parton.

Wagoner akhirnya memberikan restu. Parton pun melangkah ke karier solo yang kemudian menjadikannya salah satu bintang terbesar dalam sejarah musik Amerika.

Sukses Raih 11 Grammy dan 49 Album

Sepanjang kariernya, Dolly Parton merilis 49 album dan memenangkan 11 Grammy Awards. Ia juga menjadi salah satu penyanyi country paling sukses dalam menembus pasar musik pop.

Salah satu kesuksesan besarnya datang melalui “Islands in the Stream”, duet bersama Kenny Rogers yang menjadi hit besar.

Namun, popularitas bukan satu-satunya warisan Parton. Di balik rambut pirang khas, pakaian mencolok, senyum dengan lesung pipi, dan persona panggung yang kuat, ia dikenal luas karena aktivitas sosial dan filantropinya.

Melalui program literasi yang didirikannya, Parton telah membantu mendistribusikan lebih dari 300 juta buku kepada anak-anak di berbagai penjuru dunia.

Warisan Dolly Parton akhirnya tidak hanya tertinggal dalam rekaman musik atau penghargaan. Ia meninggalkan kisah tentang seorang perempuan yang berangkat dari kemiskinan di pedesaan Tennessee, menaklukkan panggung musik Amerika, lalu menggunakan kesuksesannya untuk berbuat kebaikan kepada masyarakat. (*)

Related posts